Peninjauan Ke Lokasi Barang Bukti Illegal Logging

Barang Bukti Kayu Illegal Logging



Kapolda Kalbar Brigjend Pol Unggung Cahyono bersama tim Mabes Polri melakukan peninjauan ke lokasi barang bukti Illegal Logging hasil Operasi Hutan Lestari di Sungai Raya tanggal 26 November 2011 pagi. Operasi Hutan Lestari adalah operasi kepolisan terpusat yang dilakukan bersama antara Satgas Ops Pusat Mabes Polri dengan Satgas Ops. Daerah Polda Kalbar. Operasi dilaksanakan selama 20 hari yang dimulai pada tanggal 08 November 2011 sampai dengan tanggal 27 November 2011.


Kapolda Kalbar Unggung Cahyono mengatakan operasi yang dilaksanakan pada 8 tempat dan menetapkan 8 tersangka dengan barang bukti sejumlah 6338 batang. Kayu tersebut berasal berasal dari Kapuas Hulu, Ketapang, Melawi dan Kubu Raya. Unggung mengatakan bahwa kayu tersebut dibawa menggunggunakan rakit yang dibawa melalui sungai Kapuas.

Unggung menambahkan Polda akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap 8 tersangka tersebut. Modus yang dilakukan oleh tersangka menggunakan dokumen palsu sehingga seolah-olah kayu tersebut dari lahan atas hak tanah yang illegal (tersangka mencatut nama PT. Alas Kusuma) tetapi setelah dilakukan pengecekan oleh Tim Satgas Ops. bahwa kayu tersebut hasil dari pada penebangan liar oleh masyarakat.

Selengkapnya..
share on facebook

Peletakan Batu Pertama Masjid Agung Kalbar

Pontianak - Pergantian masjid Raya Mujahidin Pontianak menjadi Masjid Agung Kalbar resmi berganti pada hari Jum'at tanggal 18 November 2011. Peletakan batu pertama Masjid Agung Kalbar ini dilakukan oleh Hjh. Jus Nur Hamid. Ia merupakan satu diantara yang menetapkan pengukuran bangunan masjid ketika ia menjabat sebagai Anggota DPRD. Peletakan batu pertama Masjid Agung dilaksanakan setelah shalat Jum'at.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Kalbar Drs. Cornelis beserta istri, Wakil Gubernur beserta istri, Wali kota Pontianak Sutarmidji, Oesman Sapta sebagai ketua panitia pembangunan masjid Agung Kalbar serta Ustaz Maulana yang terkenal menyapa "Jemaah oh Jemaah..Alhamdulillah".

Oesman Sapta selaku ketua pembangunan Masjid Agung Kalbar ini mengatakan bahwa target penyelesaian bangunan masjid ini setengah tahun. Sementara daya tampung nya sekitar 6000 jemaah.

Selengkapnya..
share on facebook

Wilayah di Caplok Salah Siapa?

Akhir - Akhir ini media kembali menyorot berita tentang pencaplokan wilayah Indonesia oleh negara tetangga. Wilayah yang di caplok tersebut konon nya masih berstatus " di rundingkan ". Terkait hal itu nasionalisme warga Indonesia pun mencuat dengan adanya pencaplokan wilayah tersebut. Namun siapakah yang harus bertanggung jawab atas pencaplokan wilayah tersebut?

Sering kali wliayah - wilayah di perbatasan menjadi rebutan antar dua negara, ingin menguasai wilayah yang tiada penghuni, wilayah yang kaya akan alam nya, atau juga wilayah yang ada penghuni, kaya dengan alam, namun tidak di perhatikan oleh negara si pemilik wilayah tersebut.

Wilayah perbatasan sering sering terlupakan atau kata lain nya di anak tirikan oleh negara berbanding wilayah - wilayah yang dekat dengan ibu kota. Prasarana yang belum tersedia seperti listrik, sekolah, jalan yang beraspal dan sebagainya sudah melekat di daerah perbatasan. Nah disini peran pemerintah itu di pertanyakan, kemana saja pemerintah selama ini? ketika media menyorot berita pencaplokan baru pemerintah kebakaran jenggot. Jikalau negara tetangga mungkin melihat bahwa wilayah tersebut yang penduduknya terlupakan oleh pemerintah Indonesia dan mempunyai niat untuk mensejahterakan penduduk setempat apa hal tesebut salah? Jikalau salah apa kah pemerintah Indonesia sendiri mampu menyediakan prasarana yang di perlukan oleh penduduk di perbatasan?

Selengkapnya..
share on facebook