Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Aksi " Amuk HAM" Depan Mapolda Kalbar


Pontianak,Sabtu (10/12/12)-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi),Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI),Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN,Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Sintang (FKMKS),Persatuan Mahasiswa Pemuda Simpang Hulu (PMPSH,yang tergabung dalam ''Amuk Ham'' melakukan aksi di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat(Polda).

Aksi yang dilaksanakan adalah dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia. Amuk Ham menyerukan agar menghentikan kriminalisasi,intimidasi dan penembakan rakyat oleh oknum aparat baik kepolisian maupun TNI, aparat kepolisian dan TNI seharusnya menjadi pelindung,pengayom dan pelayan masyarakat,bukan menjadi pembela penguasa atau pemodal.

Sementara itu, Kabid Humas Polda, Mukson Munandar menanggapi orasi yang disampaikan oleh Amuk Ham. Mukson mengatakan sejak reformasi, Polri telah merubah paradigma dalam bidang struktural, instrumental dan kultural. Dalam melaksankan program beberapa hal masih terjadi pelanggaran namun sudah diproses sesuai hukum yang berlaku. Polri telah melaksanakan program penegakan HAM dan anggota Polri telah diingatkan dalam penegakan hukum harus secara humanis serta tidak arogan.

Mukson menambahkan, Polda menerima apa yang disampaikan oleh Amuk Ham, sebagai kontrol dan penyempurna tugas dimasa mendatang dalam meningkatkan kinerja kepolisian.

Selengkapnya..
share on facebook

Peninjauan Ke Lokasi Barang Bukti Illegal Logging

Barang Bukti Kayu Illegal Logging



Kapolda Kalbar Brigjend Pol Unggung Cahyono bersama tim Mabes Polri melakukan peninjauan ke lokasi barang bukti Illegal Logging hasil Operasi Hutan Lestari di Sungai Raya tanggal 26 November 2011 pagi. Operasi Hutan Lestari adalah operasi kepolisan terpusat yang dilakukan bersama antara Satgas Ops Pusat Mabes Polri dengan Satgas Ops. Daerah Polda Kalbar. Operasi dilaksanakan selama 20 hari yang dimulai pada tanggal 08 November 2011 sampai dengan tanggal 27 November 2011.


Kapolda Kalbar Unggung Cahyono mengatakan operasi yang dilaksanakan pada 8 tempat dan menetapkan 8 tersangka dengan barang bukti sejumlah 6338 batang. Kayu tersebut berasal berasal dari Kapuas Hulu, Ketapang, Melawi dan Kubu Raya. Unggung mengatakan bahwa kayu tersebut dibawa menggunggunakan rakit yang dibawa melalui sungai Kapuas.

Unggung menambahkan Polda akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap 8 tersangka tersebut. Modus yang dilakukan oleh tersangka menggunakan dokumen palsu sehingga seolah-olah kayu tersebut dari lahan atas hak tanah yang illegal (tersangka mencatut nama PT. Alas Kusuma) tetapi setelah dilakukan pengecekan oleh Tim Satgas Ops. bahwa kayu tersebut hasil dari pada penebangan liar oleh masyarakat.

Selengkapnya..
share on facebook

Peletakan Batu Pertama Masjid Agung Kalbar

Pontianak - Pergantian masjid Raya Mujahidin Pontianak menjadi Masjid Agung Kalbar resmi berganti pada hari Jum'at tanggal 18 November 2011. Peletakan batu pertama Masjid Agung Kalbar ini dilakukan oleh Hjh. Jus Nur Hamid. Ia merupakan satu diantara yang menetapkan pengukuran bangunan masjid ketika ia menjabat sebagai Anggota DPRD. Peletakan batu pertama Masjid Agung dilaksanakan setelah shalat Jum'at.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Kalbar Drs. Cornelis beserta istri, Wakil Gubernur beserta istri, Wali kota Pontianak Sutarmidji, Oesman Sapta sebagai ketua panitia pembangunan masjid Agung Kalbar serta Ustaz Maulana yang terkenal menyapa "Jemaah oh Jemaah..Alhamdulillah".

Oesman Sapta selaku ketua pembangunan Masjid Agung Kalbar ini mengatakan bahwa target penyelesaian bangunan masjid ini setengah tahun. Sementara daya tampung nya sekitar 6000 jemaah.

Selengkapnya..
share on facebook